ANALISIS
TEMA :
Tsunami di Jepang
WAKTU : 11 Maret 2011
LOKASI : Jepang
PROSES : Berikut ini awalmula.com kutip dari
Wikipedia penyebab terjadinya tsunami. Tsunami dapat terjadi jika
terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti
letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi.
Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah
beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya
Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi,
dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang
mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini
mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai
menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami
tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya
bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai,
kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak
daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya
beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi
gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air.
Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai
dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat
terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah
subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar
laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang
dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan
bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan
air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda
kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini
cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
DAMPAK :
1. Korban
Tewas berjumlah 12.431 orang terbunuh versi Kepolisian nasional Jepang dan
15.153 hilang.
2. Pengungsi Lebih dari 163.000
3. Rumah tanpa listrik , Menurut Tohoku Electric Power Co., 164.059 rumah di
wilayah utara Jepang tidak dialiri listrik.
4. Rumah tanpa air , Kementerian Kesehatan menyatakan sedikitnya 170.000
rumah di delapan prefektur kekuarangan air bersih.
5. Bangunan rusak , Kepolisian Nasional Jepang menyebutkan paling tidak
46.027 bangunan rusak, disapu tsunami, atau terbakar.
6. Kerugian ekonomi , Pemerintah Jepang mengungkapkan kerugian ekonomi
akibat gempa dan tsunami 16-25 triliun yen atau sekitar Rp 2.536 triliun.
Diperkirakan ini merupakan kerugian terbesar akibat bencana alam sepanjang
sejarah.
7. Menyebabkan sampah berserakan dari bangunan pemukiman
warga
8. Menyebabkan trauma kepada korban tsunami
SOLUSI :
1. Menyediakan sesmograf
( alat pendekteksi gempa )
2. Melakukan upaya
latihan jika sewaktu waktu terjadi gempa
3. Diperlukan
penerapan latihan demikian secara berulang-ulang, tidak saja bagi mereka yang
langsung terlibat dalam usaha penanggulangannya tetapi juga rakyat umum. Selain
itu, langkah pemantauan terhadap “ulah alam” juga tak kalah pentingnya untuk
menentukan kesiagaan penduduk menghadapi bencana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar