Senin, 16 Maret 2015

herdanty rachmania firdaus XI IS 2



                                                         ANALISIS

TEMA    : Tsunami di Jepang
WAKTU : 11 Maret 2011
LOKASI : Jepang
PROSES : Berikut ini awalmula.com kutip dari Wikipedia penyebab terjadinya tsunami. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn9dBbVo7MsMVjybnW-9v1njgwgRRoZJFBIVCPlU59LfrVgU0jJvBYpieCEh8KWgaCN2BeD3VxFAWxMbmWfalk4kARABM9uax0GeryEceyQhOGS1kTWtY43lbNMX3Evl6RBAlqZ6BFNyGb/s320/tsunami-formation.gif
 Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.


DAMPAK :
1. Korban Tewas berjumlah 12.431 orang terbunuh versi Kepolisian nasional Jepang dan 15.153 hilang.
2. Pengungsi Lebih dari 163.000
3. Rumah tanpa listrik , Menurut Tohoku Electric Power Co., 164.059 rumah di wilayah utara Jepang tidak dialiri listrik.
4. Rumah tanpa air , Kementerian Kesehatan menyatakan sedikitnya 170.000 rumah di delapan prefektur kekuarangan air bersih.
5. Bangunan rusak , Kepolisian Nasional Jepang menyebutkan paling tidak 46.027 bangunan rusak, disapu tsunami, atau terbakar.
6. Kerugian ekonomi , Pemerintah Jepang mengungkapkan kerugian ekonomi akibat gempa dan tsunami 16-25 triliun yen atau sekitar Rp 2.536 triliun. Diperkirakan ini merupakan kerugian terbesar akibat bencana alam sepanjang sejarah.
7. Menyebabkan sampah berserakan dari bangunan pemukiman warga

8.  Menyebabkan trauma kepada korban tsunami





SOLUSI :

1.      Menyediakan sesmograf ( alat pendekteksi gempa )
2.      Melakukan upaya latihan jika sewaktu waktu terjadi gempa
3.      Diperlukan penerapan latihan demikian secara berulang-ulang, tidak saja bagi mereka yang langsung terlibat dalam usaha penanggulangannya tetapi juga rakyat umum. Selain itu, langkah pemantauan terhadap “ulah alam” juga tak kalah pentingnya untuk menentukan kesiagaan penduduk menghadapi bencana.